Pemenang Sayembara

Pemenang Sayembara melintasi kolam buaya

Seorang yang kaya raya sedang mengadakan pesta di salah satu rumah mewahnya. Ia mengadakan pesta taman di rumah tersebut. Semua teman dan kerabatnya diundang.

Setelah acara makan-makan, semua undangan di ajak ke kolam renang di belakang rumahnya. Mereka berdiri berjajar di tepian kolam tersebut. Si Kaya ingin menyampaikan sesuatu. Ia berdiri di tempat yang agak tinggi agar bisa terlihat oleh semua teman dan kerabatnya.




"Kolam renang yang ada di hadapan kalian ini, berisi buaya-buaya yang belum saya kasih makan selama sebulan. Sekarang saya mau mengadakan sayembara. Saya tahu kalian semua pandai berenang. Siapa yang berani menyeberangi kolam renang ini akan saya serahkan rumah mewah ini beserta seluruh isinya."

Tak satupun undangan yang berani. Semua diam terpaku.

"Ok, saya tingkatkan hadiahnya. Siapa yang berani melintasi kolam renang ini, akan saya serahkan semua rumah mewah dan mobil-mobil mewah saya," tantang si Kaya.

Semua undangan masih diam membisu. Tak beranjak sedikit pun dari tempatnya berdiri. Mereka hanya saling pandang satu sama lain.

"Baiklah, akan saya serahkan seluruh harta kekayaan saya, rumah-rumah mewah, mobil-mobil mewah, surat berharga, istri-istri, dan cewek-cewek saya jika salah seorang dari kalian bisa menyeberangi kolam renang ini."

Byuuurrr.... Tiba-tiba seorang pemuda tampak berenang secepat kilat. Berkelit ke sana ke mari menghindari kejaran buaya-buaya. Semua undangan yang semula kaget melongo, kini bertepuk tangan sambil berteriak-teriak memberi semangat.

"Ayo, ayo, ayo! Kamu bisa, kamu bisa!" teriak para undangan memberi dorongan semangat. Akhirnya, dengan napas ngos-ngosan dan sisa-sisa tenaga yang nyaris habis, sampailah pemuda itu di tepi kolam renang. Tepuk tangan dan teriakan pun semakin membahana menyambut keberhasilan pemuda itu. Si Kaya pun bergegas menghampirinya.

"Hebat, hebat! Tak kusangka kamu bisa sehebat ini. Sesuai janji saya, saat ini juga kuserahkan rumah mewah ini padamu. Ini kuncinya," kata si Kaya.

"Tidak, saya tidak butuh rumah mewah!" kata pemuda tersebut seraya menampik kunci rumah yang diberikan kepadanya.

"Ok, ini kunci mobil-mobil mewah saya, silakan kau pilih yang kau suka atau ambil semuanya."

"Tidak, saya tidak menginginkan mobil!"

"Saya mengerti sekarang, kamu butuh modal kan? Ini surat-surat berharga, saham, obligasi, kartu kredit, dan ATM. Silakan diuangkan, saya jamin hari ini juga bisa cair."

"Tidak, saya tidak butuh uang!"

"Ok, berarti kamu cuma butuh hiburan kan? Sesuai janji saya, mulai nanti malam, istri-istri dan cewek-cewek saya adalah milikmu."

"Saya tidak minta itu semua!" ucap pemuda itu dengan suara yang lantang.

"Terus kamu minta apa?" tanya si Kaya dengan nada terheran-heran.

"Saya cuma ingin tahu, siapa yang mendorong saya ke kolam renang tadi."

Simak juga, Menerobos Lampu Merah.

Comments

Popular posts from this blog

Membuntuti Istri yang Selingkuh