Bos yang Tertipu

Bos yang tertipu, karyawan beruntung, kepala perusahaan

Pak Rud dikenal sebagai seorang bos yang sangat disiplin, tegas, dan berwibawa. Ia mempunyai beberapa perusahaan dengan ribuan karyawan. Saking banyaknya perusahaan dan karyawan, tak ada satupun karyawan yang dikenalnya. Bahkan seragam karyawan pun dia sering bingung.




Suatu ketika ia melakukan inspeksi mendadak terhadap salah satu perusahaannya. Atas kedatangannya yang sangat tiba-tiba itu, semua staf dan karyawan di perusahaan itu kaget dan kebingungan. Semua karyawan terlihat sangat serius menekuni tugasnya masing-masing.

Bagi Pak Rud, itu adalah pemandangan yang biasa ia saksikan ketika melakukan inspeksi mendadak. Tapi Pak Rud merasa heran, ada seorang pemuda terlihat santai dan tidak menghiraukan kedatangannya. Pemuda itu hanya bersandar di dekat pintu sambil memainkan gadgetnya.

Hati Pak Rud bergejolak antara penasaran dan tersinggung. Akhirnya, dengan hati dongkol, Pak Rud menghampiri pemuda tersebut.

"Berapa gajimu seminggu?" tanya Pak Rud dengan nada kesal.

"Sekitar 500 ribu, memang kenapa?" jawab pemuda tersebut sekenanya. Pemuda tersebut sama sekali tidak mengetahui dengan siapa dia berbicara.

Pak Rud semakin kesal atas jawaban pemuda itu. Spontan Ia mengeluarkan seikat uang seratus ribuan dari dalam tasnya. Kemudian ia menyodorkan seikat uang kertas itu pada si pemuda.

"Ini uang sejuta untuk gajimu dua minggu. Jangan banyak tanya, cepat keluar dari sini. Tidak ada tempat bagi pemalas di perusahaan ini." ujar Pak Rud dengan nada tegas.

Si pemuda terkejut bercampur takut. Dengan tergopoh-gopoh ia segera meninggalkan tempat tersebut.

Hanya beberapa detik, pemuda itu sudah menghilang dari pandangan Pak Rud. Lalu dengan sikap berwibawa, Pak Rud menghampiri para staf yang dari tadi menyaksikan "aksi pemecatan" tersebut.

"Adakah di antara kalian tahu, dari divisi manakah pemuda pemalas tersebut?" tanya Pak Rud.

Suasana menjadi hening seketika. Tak ada satupun staf yang berani menjawab pertanyaan sang bos. Setelah Pak Rud mengulang pertanyaan untuk yang kedua kalinya, barulah salah seorang staf berani menjawab dengan nada ketakutan.

"Pemuda itu bukan karyawan perusahaan ini, Pak. Ia pengantar pizza yang mengantarkan pesanan bapak kepala personalia."

Simak juga, Sayang Papa atau Mama.

Comments

Popular posts from this blog

Membuntuti Istri yang Selingkuh